Showing posts with label mask. Show all posts
Showing posts with label mask. Show all posts

Belajar Menghitung Subnet Mask

| 0 comments |
http://sambores.blogspot.com/

REF# 6

Pada kesempatan kali ini aku akan memberikan artikel tentang subnet mask...meskipun telah banyak software-software untuk menghitung tentang subnetmask tetapi alangkah lebih baiknya jika kita mengetahui cara menghitungnya secara manual. Artikel ini aku ambil dari situs dunkom karena aku anggap lebih mudah memahami
Subnet mask adalah istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris yang mengacu kepada angka biner 32 bit yang digunakan untuk membedakan network ID dengan host ID, menunjukkan letak suatu host, apakah berada di jaringan lokal atau jaringan luar.
RFC 950 mendefinisikan penggunaan sebuah subnet mask yang disebut juga sebagai sebuah address mask sebagai sebuah nilai 32-bit yang digunakan untuk membedakan network identifier dari host identifier di dalam sebuah alamat IP. Bit-bit subnet mask yang didefinisikan, adalah sebagai berikut:
  •     Semua bit yang ditujukan agar digunakan oleh network identifier diset ke nilai 1.
  •     Semua bit yang ditujukan agar digunakan oleh host identifier diset ke nilai 0.
Setiap host di dalam sebuah jaringan yang menggunakan TCP/IP membutuhkan sebuah subnet mask meskipun berada di dalam sebuah jaringan dengan satu segmen saja. Entah itu subnet mask default (yang digunakan ketika memakai network identifier berbasis kelas) ataupun subnet mask yang dikustomisasi (yang digunakan ketika membuat sebuah subnet atau supernet) harus dikonfigurasikan di dalam setiap node TCP/IP.
Misalkan anda memiliki IP adress 192.168.10.0 dan Subnet mask 255.255.255.128
Ubah angka 128 ke bilangan biner dengan cara sebagai berikut
128 : 2 = 64 sisa 0
64  : 2 = 32 sisa 0
32  : 2 = 16 sisa 0
16  : 2 =  8 sisa 0
8   : 2 =  4 sisa 0
4   : 2 =  2 sisa 0
2   : 2 =  1 Sisa 0

Hasil akhir 1 tidak dapat dibagi menjadi 1
hasil bilangan binernya adalah 10000000
Banyaknya subnet yang tersedia dari rumus 2^x
X adalah jumlah dari angka 1, karena berdasarkan angka binner yang ada jumlah 1=1
maka 2^1 = 2 maka jumlah subnet maksnya adalah 2

Nah sekarang kita harus tau bila tersedia hanya 2 subnet maks maka kita harus mencari berapa subnet maks tersebut?
Dari Subnet maks yang terbesar adalah 256 maka dihasilkan 256 – 128 = 128.
Maka subnet masknya adalah 0 dan 128
Contoh lain, bila ditetapkan subnet masknya 255.255.255.192
Jumlah subnet maks dapat dihitung
192 : 2 = 96 sisa 0
96  : 2 = 48 sisa 0
48  : 2 = 24 sisa 0
24  : 2 = 12 sisa 0
12  : 2 =  6 sisa 0
6   : 2 =  3 sisa 0
3   : 2 =  1 sisa 1
maka bilangan binnernya adalah 11000000
karena angka 1 ada 2 maka 2^2 = 4
Dan subnet yang dapat digunakan adalah 256 – 192 = 64, maka Subnetnya adalah 0, 64, 128, 192 artinya subnetnya adalah
255.255.255.0
255.255.255.64
255.255.255.128
255.255.255.192
Jumlah Host per Subnet = 2^y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 2^6 – 2 = 62 host
Read More..

Pengertian Mask ROM PROM EPROM EEPROM dan Memory Flash

| 0 comments |
Update Tekno - Pengertian Mask ROM, PROM, EPROM, EEPROM dan Memory Flash, pada kesempatan kali ini admin akan berbagi kembali masalah Materi Organisasi dan Arsitektur Komputer yang mungkin anda dapatkan dibangku kuliah Teknik Informatika. nah pada sebelumnya juga saya pernah memberikan artikel Pengertian Program Delphi yang mungkin dapat anda baca juga nantinya.

Pada Materi Memory Eksternal dan Internal kita harus mengenal komponen dan cara kerja masing-masing bagian Memory, walaupun semuanya berjenis sama tetapi dari segi Sistem, Cara Kerja, dan Kegunannya tentu berbeda. maka dari itu buat anda yang ingin mendalaminya harus mengenal Bagian Komponen masing-masing memory. berikut akan admin berikan langsung Materi Seputar Pengertian Mask ROM, PROM, EPROM, EEPROM dan Memory Flash yang dapat anda jadikan Referensi untuk belajar.

Pengertian Mask ROM, PROM, EPROM, EEPROM dan Memory Flash
Pengertian Mask ROM, PROM, EPROM, EEPROM dan Memory Flash

Mask ROM merupakan sebuah tipe ROM, atau Read-Only Memory yang ditutupi lapisan (masked off) selama masa produksi. “Mask” sendiri mengacu pada bagian sebuah integrated circuit, sebuah sirkuit elektronik untuk mengolah data yang ditutup dengan pelat buram (opaque) bernama photomask. Pelat ini terdiri dari lubang, atau transparansi, untuk memungkinkan cahaya masuk pada bagian tertentu sementara menahan cahaya pada bagian yang lain untuk membuat pola-pola tertentu. Mask terdiri dari suatu proses yang disebut dengan photolithography, dan terutama berfungsi semacam perlindungan kekayaan intelektual dan keperluan produksi produsen integrated circuit.
Seperti tipe ROM lainnya, mask ROM tidak memungkinkan pengguna untuk mengubah data yang disimpan di dalamnya. Namun jika dapat melakukannya, prosesnya akan sulit atau lambat. Oleh karena itu, ROM didistribusikan terutama sebagai tempat penyimpanan firmwire, atau untuk menuliskan kode instruksi secara permanen. Secara lebih spesifik, mask ROM di subkategorikan sebagai memori semikonduktor (semiconductor memory).
Beberapa orang menggunakan mask ROM untuk menyimpan kode final pada project yang mereka kerjakan. Ketika project dikembangkan, maka data dapat disimpan menggunakan non-volatile memory. Tipe memori komputer ini dapat menyimpan data meski tidak terdapat sumber listrik (power source).

PROM (Programmable Read Only Memory) merupakan sebuah chip memory yang hanya dapat diisi data satu kali saja. Sekali saja program dimasukkan ke dalam sebuah PROM, maka program tersebut akan berada pada PROM seterusnya. Berbeda halnya dengan RAM, pada PROM data akan tetap ada walaupun komputer dimatikan.

EPROM (Erasable Programmable Read Only Memory) adalah jenis khusus PROM yang dapat dihapus dengan bantuan sinar ultra violet. Setelah dihapus, EPROM dapat diprogram lagi. EEPROM hampir sama dengan EPROM, hanya saja untuk menghapus datanya memerlukan arus listrik.(dna)

EEPROM merupakan kependekan dari Electrically Erasable Programmable Read-Only Memory. EEPROM adalah tipe khusus dari PROM (Programmable Read-Only Memory ) yang bisa dihapus dengan memakai perintah elektris. Seperti juga tipe PROM lainnya, EEPROM dapat menyimpan isi datanya, bahkan saat listrik sudah dimatikan.

EEPROM sangat mirip dengan flash memory yang disebut juga flash EEPROM. Perbedaan mendasar antara flash memory dan EEPROM adalah penulisan dan penghapusan EEPROM dilakukan dilakukan pada data sebesar satu byte, sedangkan pada flash memory penghapusan dan penulisan data ini dilakukan pada data sebesar satu block. Oleh karena itu flash memory lebih cepat.

Memori Flash (flash memory) adalah sejenis EEPROM yang mengizinkan banyak lokasi memori untuk dihapus atau ditulis dalam satu operasi pemrograman. Istilah awamnya, dia adalah suatu bentuk dari chip memori yang dapat ditulis, tidak seperti chip memori akses acak/RAM, memori ini dapat menyimpan datanya tanpa membutuhkan penyediaan listrik. Memori ini biasanya digunakan dalam kartu memori, kandar kilat USB (USB flash drive), pemutar MP3, kamera digital, dan telepon genggam.
 Demikian informasi terbaru seputar  Pengertian Mask ROM, PROM, EPROM, EEPROM dan Memory Flash, semoga artikel diatas dapat bermanfaat buat anda semuanya.
Read More..